Daniel Lundgaard/Mads Vestergaard, Sang Pembunuh Raksasa di Istora

Mengawali musim kompetisi 2026, kiprah pebulutangkis Daniel Lundgaard/Mads Vestergaard memang kurang menjanjikan. Performa ganda putra Denmark tidaklah cemerlang. Mereka sudah tersingkir di babak pertama saat melakoni pertandingan di turnamen Malaysia Terbuka dan lanjut di India Terbuka.
Pada turnamen seri HSBC BWF World Tour Super 1000 Petronas Malaysia Terbuka di Kuala Lumpur, Malaysia, 6-11 Januari 2026, Daniel/Mads langsung tersisih. Di babak pertama ajang berhadiah total 1.450.000 Dolar AS yang berlangsung di Axiata Arena, ganda peringkat 28 dunia itu takluk di tangan ganda tuan rumah yang merupakan unggulan ketujuh, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin. Lewat laga relatif pendek, Daniel/Mads kalah 15-21, 13-21 hanya dalam durasi 38 menit.
Setali tiga uang saat keduanya berlaga ke India Terbuka BWF World Tour Super 750. Dalam pertandingan yang mentas di Indira Gandhi Sports Complex, New Delhi, 13-18 Januari, Daniel/Mads juga langsung tersingkir di babak pertama. Pada laga pembuka kejuaraan berhadiah total 950 ribu Dolar AS ini, mereka langsung dihentikan pasangan unggulan keempat asal China, Liang Wei Keng/Wang Chang dengan skor 21-23, 17-21 dalam tempo 42 menit.
Dua pil pahit kegagalan di dua turnamen pembuka musim 2026 tersebut, tentu tidak sesuai ekspektasi ganda penuh harapan Denmark ini. Sebagai pasangan muda penuh energi, tidak sepantasnya mereka tersisih lebih cepat. Seharusnya Daniels/Mads bisa memberikan perlawanan yang lebih sengit. Namun, mereka juga sadar, lawan yang dihadapi di Kuala Lumpur dan New Delhi adalah ganda-ganda top dunia dan sekaligus unggulan atas.
Tak mau terjerembab untuk kali ketiga beruntun, pasangan yang didukung perusahaan apparel bulutangkis kebanggaan bangsa Indonesia, Flypower ini, sudah berketetapan hati. Mereka tidak mau gagal lagi di Jakarta. Pil pahit yang ditelan di Malaysia dan India, dijadikan layaknya vitamin untuk bangkit dan tampil lebih hebat lagi.
Hasilnya memang luar biasa. Saat tampil di ajang World Tour Super 500 Daihatsu Indonesia Masters berhadiah 500.000 Dolar AS yang mentas di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, 20-25 Januari 2026, mereka mampu membuat kejutan besar.
Daniel/Mads sukses menjungkalan raksasa asal Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik. Dalam pertandingan babak pertama yang berlangung Selasa, 20 Januari, mereka membuat berita besar. Sebagai pasangan non-unggulan, ganda berusia 25 tahun dan 23 tahun ini justru tidak minder, kendati harus berhadapan dengan unggulan pertama.
Apalagi melihat rekor pertemuan sebelumnya, Daniel/Mads juga terasa minor. Mereka tertinggal 0-2. Dua kekalahan Daniel/Mads tersebut tersaji pada Kumamoto Masters 2024 dan Arctic Open 2025.
Tetapi Daniel/Mads bertarung layaknya singa. Mereka justru berani bertempur. Tidak ada rasa takut atau kehilangan kepercayaan diri saat bertemu ganda juara Kejuaraan Dunia 2022 di Jepang tersebut. Dengan penuh determinasi dan pantang menyerah, mereka mampu meladeni permainan ganda terbaik Malaysia tersebut.
Hasilnya, lewat durasi laga selama 63 menit, Daniel/Mads mampu membungkam nama besar Aaron/Soh di depan publik Istora. Dukungan penonton Indonesia juga turut menambah semangat mereka untuk tampil habis-habisan. Mereka pun akhirnya bisa melumpuhkan raksasa asal Malaysia itu dengan skor 20-22, 21-19, 21-16.
Sepak terjang Daniel/Mads rupanya tidak berhenti di situ saja. Di babak kedua Daihatsu Indonesia Masters, mereka lagi-lagi membuat kejutan besar. Kali ini giliran wakil Jepang, Hiroyuki Midorikawa/Kyohei Yamashita ditewaskan. Melalu duel seru selama 71 menit, Daniel/Mads menang atas ganda peringkat 18 dunia itu. Lewat pertarungan dramatis tiga gim, mereka menang dengan skor 30-28, 15-21, 21-19.
Berbekal kemenangan itu, Daniel/Mads pun lolos ke babak perempatfinal. Di pertandingan fase 8 besar, Jumat (23/1), keduanya akan bersua ganda gado-gado asal Korea Selatan dan Malaysia, Choi Sol Gyu/Goh V Shem.
Seperti di dua laga sebelumnya, Daniel/Mads pasti akan kembali berupaya tampil terbaik. Mereka ingin menunjukkan karakternya sebagai petarung sejati di lapangan. Yaitu, pantang menyerah dan tidak takut bertemu siapa saja.
Pendeknya, di kota tempat lahirnya brand Flypower, Daniel/Mads akan terus berjuang dan bertarung. Mereka pun tak mau hanya berjaya, tetapi juga sekaligus ingin mengantarkan dan membawa jenama Flypower, dari Indonesia Mendunia! (*)