Flypower MBC Open 2017: Ketrampilan Menawan, Teknik Tetap Ciamik

Hadirnya para pemain bintang dalam kejuaraan khusus ganda putra bertajuk Flypower MBC Open 2017 berhadiah total Rp100 juta memang tidak percuma. Para mantan pebulutangkis nasional ini tetap mampu menampilkan seluruh ketrampilan yang demikian menawan. Teknik-teknik tinggi yang dimiliki, juga tetap ciamik seperti ketika masih aktif dulu.

Aksi-aksi yang mengundang decak kagum itu ditampilkan para bekas pemain bintang saat berlaga di Modern Country Club, Jalan Modern Golf Raya, Cikokol, Tangerang, Banten, 9-11 Maret. Dalam kejuaraan yang didukung penuh perusahaan aparel Flypower itu, pemain-pemain yang dulunya adalah para penghuni Pelatnas Cipayung itu masih memiliki segala kehebatannya yang dulu kerap mengantarkan menjadi juara di berbagai forum internasional.

Lihat saja aksi Tri Kusharjanto dalam ajang yang dihelat Flypower bekerja sama dengan Modern Badminton Country Club (MBC) tersebut. Peraih medali perak Olimpiade Sydney 2000 itu beraksi saat berduet dengan Effendy Widjaja, pengusaha rekaman Musica Studio di kelompok ganda veteran di atas 90 tahun. Penonton dan juga bekas pemain yang hadir ke arena pada Jumat (10/3) petang seolah tersihir dengan penampilan Trikus.

Dropshot halus dan jatuh di sisi bagian depan permainan lawan kerap dilontarkan Trikus. Pukulan-pukulan tipuan juga kerap menghiasi pertandingan ini dan sulit ditangkis lawan. Trikus memang tidak ubahnya seperti saat aktif dulu, kendati kini tidak selangsing dulu.

Lewat permainan yang apik dan menghibur, Trikus/Effendy akhirnya bisa memenangi laga setelah menekuk pasangan bekas pelatnas, Seng Kok Kiong yang berduet dengan Kay Hwat lewat pertarungan tiga gim, 16-21, 23-21, 21-15. Duet Trikus/Effendy pun maju ke babak 8 besar.

“Tadi memang pertandingan tidak mudah. Yang penting kehadiran saya untuk memberikan hiburan,” aku Trikus.

“Soal kalah atau menang tidak penting. Yang terpenting kami bisa ketemu teman-teman dan happy-happy saja di lapangan,” timpal Koh Aven, sapaan akrab Effendy.

Aksi tidak kalah hebat ditampilkan Candra Wijaya. Peraih medali emas Olimpiade Sydney 2000 ini juga mampu menyihir penonton. Kehebatan dan teknik-tekniknya masih mantap. Cegatan di bagian depan masih oke. Smash kerasnya pun tetap bertenaga dan susah ditangkis lawan.

Candra yang berpasangan dengan Made Chandra Barata pun sukses mengatasi Kevin/Tank, 21-10, 21-6. Unggulan ketiga ini pun melaju ke babak 8 besar.

“Yah, tampil di sini untuk menjaga kesehatan saja. Sudah lama tidak bertanding secara resmi,” aku Candra.

Pemilik julukan “Smash 100 Watt” Hariyanto Arbi, juga masih menyimpan segala kehebatannya. Saat berpasangan dengan Lioe Tiong Ping, smash-smash loncat Hari terlihat berkali-kali menghunjam lapangan lawan.

Meski begitu, duet Hari/Tiong Ping gagal melaju ke babak 8 besar. Pasangan bekas pelatnas itu dikalahkan Eming/Unang Rahmat, 19-21, 14-21.

Aksi-aksi hebat juga disajikan Bobby Ertanto dan Simbarsono Sutanto. Bekas pemain nasional era tahun 1980-an itu masih menunjukkan segala kelebihannya di tengah lapangan. Penampilan mereka tetap memukau

Smash-smash Bobby yang di era dulu begitu ditakuti lawan, juga masih menggelegar. Sementara Simbarsono juga masih menyimpan segala kecepatan dan penempatan shuttlecock yang jitu.

“Memang harus diakui, penampilan para bekas pemain ini masih ada. Teknik dan ketrampilannya belum hilang. Yang membedakan, tubuh mereka kini mereka lebih berat saja. Aksi-aksi mereka tetap mengundang decak kagum,” komentar referee pertandingan, Eddy Susanto. (*)

No comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *